Sunday, 12 April 2009

Akirnya rakyatlah yang menentukan

Pemilu legislatif tanggal 9 april kemaren telah selesai di gelar.Kemenangan (hasil quick count 5 lembaga survey ) Partai Demokrat memang cukup mengejutkan karena hampir naik 300% dri Pemilu 2004 lalu.
Apapun hasilnya ,akhirnya rakyatlah yang menentukan .
Kalau kita flashback sebelum pemilu, banyak tokoh politik yang bicara terlalu berlebihan karena merasa pemilu 2004 lalu masih mendapatkan suara terbanyak .Sebagai contoh para petinggi partai Golkar yang merasa ' kebakaran jenggot' karena pernyataan salah satu pengurus partai Demokrat,yang menyatakan bahwa Golkar 'hanya'akan mendapatkan 15 % suara pada pemilu tahun ini.
Akhirnya mereka ramai ramai membuat pernyataan politik ,dengan percaya diri yang begitu tinggi ingin mencalonkan presiden sendiri.
Dengan hasil akhir yang cuma mendapat 14.% suara ( persis yang dikatakan salah satu pengurus partai Demokrat) akankah mereka tetap berani maju untuk mencalonkan presiden dari partai Golkar sendiri?
Hal yang menarik dan lucu menurut saya adalah iklan BLT dari PDIP .
Pada masa awal kampanye nya Megawati jelas jelas menolak adanya BLT yang dikatakan sebagai suatu pembodohan masyarakat.Bahkan saya pernah menyaksikan di salah satu TV ,Megawati mengatakan ''uang BLT 200 ribu itu artinya apa...dst'.
Saya sempat tertawa juga melihatnya dan sekaligus trenyuh melihat seorang pemimpin dari sebuah partai yang katanya partainya wong cilik..yang berkata demikian ,karena mungkin bagi seorang Megawati (yang kata orang lho ...suaminya adalah pengusaha SPBU) uang 200 ribu adalah tidak ada artinya samasekali ,tetapi bagi rakyat kecil yang hidupnya pas pasan ,uang segitu adalah sangat bermanfaat untuk menyambung kelangsungan hidup .Mungkin Megawati lupa bahwa yang menerima BLT adalah rakyat kecil ,wong cilik yang notabene adalah pendukung partainya juga,jadi tidak mengherankan apabila dalam pemilu ini suara PDIP juga turun.
Ada juga yang mengatakan selama penyelenggaraan pemilu,pemilu kali ini adalah yang paling parah.betulkah?!
Kalau menurut saya sih sebagai orang awam pemilu jaman orba malah lebih buruk karena belum pemilu saja sudah diketahui siapa pemenangnya,ya tho!
Jadi marilah kita bersikap arif ,terlepas dari banyaknya kekurangan (kita hanya manusia biasa-kecuali yang menyelenggarakan pemilu itu para malaikat) ,kita harus menerima dengan lapang dada,yang kalah bisa terima dan yang menang tidak merasa kuasa..karena pada akhirnya rakyatlah yang menentukan.

No comments:

Share/Save/Bookmark