Tuesday, 14 April 2009

Masalah DPT : BAGAI PEDANG BERMATA DUA

Ada banyak perasaan berkecamuk ketika tadi malam menyaksikan berita di TV,apalagi kalau bukan pimpinan parpol yang kalah dalam pemilu berkumpul di kediaman Megawati untuk membahas kecurangan dalam pemilu legislatif 9 April lalu.Banyak tokoh yang hadir di acara tersebut,diantaranya,Wiranto,Prabowo,Rizal Ramli,Gus Dur,dll.
Setelah pernyataan press baru diketahui tujuan dari acara tersebut..Wiranto mengatakan bahwa banyak
Kecurangan terjadi dalam pileg lalu dan seperti biasanya dengan gaya yang khas mengatakan ..karena negara ini negara hukum ,akan membawa masalah ini ke ranah hukum.
(Wah setuju banget pak!).Prabowo pun melanjutkan bahwa ini bukan masalah menang atau kalah ( tapi kok yang datang kebanyakan yang kalah ya dan memperoleh suara sedikit...) Tapi katanya ini masalah moral ...jadi bingung nih maksudnya moral siapa ...
Sebagai masyarakat biasa saya hanya bisa bingung...karena tokoh tokoh tersebut hanya bisa ngomong 'banyak warga' yang tidak bisa ikut pemilu karena tidak terdaftar...tapi ya itu cuma berhenti sampai disitu tok..padahal saya menunggu kelanjutannya ....ini lho saya punya daftar secara rinci berapa persen yang tidak bisa ikut pileg karena masalah DPT..karena sebagai orang awam saya juga pingin mendengar sebenarnya berapa 'real'nya yg tidak terdaftar dan yang terpenting angka itu bisa berpengaruh dalam penghitungn suara secara keseluruhan atau tidak ?Tapi bagaimanapun juga saya salut karena masih ada yang berani 'berteriak ' dan lebih salut lagi bila ini dilakukan sebelum pemilu kemaren ,apabila tidak didengarkan ya mundur saja ,tidak usah ikut pemilu ...gitu aja kok repot...saya yakin banyak rakyat(kalau ini sih asumsi saja-mengatakan banyak rakyat-tidak seperti para pejabat yang koruptor, mengatakan bekerja untuk kesejahteraan rakyat, maksudnya diri sendiri..anak istri kan juga rakyat)akan respek dan di pemilu berikutnya akan mendapatkan simpati...jangan seperti sekarang mengatakan pemilu banyak kecurangan,tidak kredibel dll tapi masih saja mengikuti.Setelah kalah baru teriak teriak.
Kok nggak ada ya partai yang berani begitu ...padahal saya berencana menjadi kadernya...atau jangan jangan mereka cuma minta dilibatkan dalam politik 'dagang sapi' ah semoga saja tidak!
Berkaitan dengan judul diatas ,mungkin juga ini digunakan untuk meraih dukungan rakyat untuk pilpres mendatang,karena merasa dizolimi dan teraniaya penguasa maka akan mendapatkan simpati rakyat -seperti kasus SBY ketika akan menjadi Presiden dulu- inilah yang saya maksudkan pedang bermata dua ,karena bisa digunakan untuk kepentingan tokoh tokoh tertentu atau bisa juga oleh SBY sendiri.
Jadi siapa yang tahu?...

No comments:

Share/Save/Bookmark