Share/Save/Bookmark

Inilah Alasan kenapa Kongres PSSI ricuh

Friday, 27 May 2011


dari Akmal Marhali ( @akmalmarhali ) di twitter

1) Selamat malam para sedulur. Terkait kebuntuan KongresPSSI, sy cari tau apa n mengapa? Sy akan ungkap berdasarkan fakta #misteriKongres

2)Banyak pihak yang hanya melihat dr luar, tapi setelah ditelisik secara dalam memang banyak kejanggalan! Apa yang terjadi? #misteriKongres

3) Banyak yang melemparkan kesalahan kepada K-78. Benarkah mereka "sumber" permasalahan? #misteriKongres

4)Berikut sy ungkap fakta di lapangan berdasarkan data yg sy dapatkan! Boleh percaya dan tidak! Ini hanya tuk membuka wawasan! #misteriKongres
5)Banyak yg mengampanyekan soal sanksi FIFA agar dijatuhkan ke sepakbola nasional (PSSI), siapa yg paling gencar menginginkan?
6) Bahasan saya buka dari surat PSSI ke FIFA pada 10 Januari 2010 yang ditandatangi Nugraha Besoes! http://yfrog.com/h3medjyj

7) Surat ditukukankepada Jerome Valcke ditembuskan kepada Regenass, Marco Villgner, dan AlexSoosay #misteriKongres

8) Surat tersebut ttg LPI yang mempunyai kepentingan politik n didukung (intervensi) pemerintah dgn sebutan "serious Violation #misteriKongres

9) Nugraha berdasarkan instruksi Nurdin meminta FIFA untuk menjatuhkan hukuman #misteriKongres

10) Kedua, Surat 1 Februari 2011 yg ditandatangani Nugraha ditujukan kepada Valcke terkait Kongres Tahunan di Bali 22 Jan 2011 #misteriKongres

11)Dalam surat itu disebutkan Persma Manado, Gaspa Palopo, dan Persegi Gianyar dicoret k krn ikut "run away" League (LPI) #misteriKongres

12)Surat itu memaparkan KongresPSSI akan digelar 19 Maret 2011 untuk memilih Ketua, Wakil Ketua, dan Exco di Pulau Bintan! #misteriKongres

13)Surat ketiga, 26 Februari 2011, ditandatangani Nurdin kpd Sepp Blatter yang meminta menjatuhkan sanksi ke PSSI #misteriKongres

14) Surat itu memaparkan telah terjadi intervensi pemerintah dlm penetapan calon Ketum PSSI dan layak diberikan sanksi #misteriKongres

15)Surat menyebutkan KP, Syarif Bastaman, menetapkan Nurdin dan Nirwan sbg calon Ketum. Toisutta dan Arifin terganjal #misteriKongres

16) Surat yang ditandatangani Nurdin tersebut ditembuskan ke Bin Hammam, Regenass, dan Marco Villgner #misteriKongres

17) Surat keempat, tertanggal 28 Februari 2011, yang ditandatangani Nugraha Besoes kpd Jerome Valcke terkait KongresPSSI #misteriKongres

18)Surat ditembuskan ke Regenass, Villgner, dan Alex Soosay memaparkan terkait putusan Komite Banding pimpinan Tjipta Lesmana! #misteriKongres

19) Disebutkan KB menganulir banding Toisutta dan Arifin serta menganulir putusan KP pimpinan Syarif B, terkait Nurdin n Nirwan #misteriKongres

20) Dalam surat tersebut PSSI meminta menunda Kongres sampai 18 pekan ke depan dan mengaku sudah berkonsultasi dengan Pemerintah #misteriKongres

21)Surat itu jg menjelaskan pr kandidat (Nurdin, Nirwan, Toisutta, dan Aripin) dlm posisi "annul" tnp pelarangan sama sekali #misteriKongres

22) Artinya, keempatnya berada dalam posisi sama (bisa mencalonkan lagi), tak ada pelarangan! #misteriKongres

23)Surat tertanggal 28 Februari 2011 inilah yang selalu dijadikan landasan FIFA dalam korespondensi berikutnya ke PSSI! #misteriKongres

24)Yang patut digarisbawahi tanpa menyebut pelarangan empat nama karena
semuanya dalam posisi "annul"! #misteriKongres


25) Terkait surat tersebut FIFA pun mengirimkan surat balasan tertanggal 3 Maret 2011 yang ditandatangani Jerome Valcke #misteriKongres

26)Surat itu menolak keinginan PSSI menggelar Kongres 18 minggu kemudian dan meminta Kongres digelar sebelum 30 April 2011 #misteriKongres

27)urat itu juga meminta PSSI segera merangkul Breakaway League! Dan, sama sekali tak menyebut pelarangan empat calon #misteriKongres

28)Surat yang ditandatangani Jerome Valcke yang ditujukan ke Nugraha Besoes tersebut ditembuskan kepada Mohammad Bin Hammam #misteriKongres

29)PSSI akhirnya putuskan gelar Kongres pd 26 Maret 2011 dgn mengambil tempat di Pekanbaru, Riau! Lagi-lagi tak ada pelarangan #misteriKongres

30)Terkait batalnya Kongres di Pekanbaru, PSSI via surat, 28 Maret 2011 yg di-ttd Nurdin minta FIFA mengambil tindakan (sanksi) #misteriKongres

31) Tp, FIFA lewat suratnya 4 April, justru mengambil keputusan
membekukan PSSI rezim Nurdin dan membentuk Komite Normalisasi #misteriKongres

32)Komite Normalisasi yang dipimpin Agum Gumelar ditugaskan menggelar Kongres dan merangkul run away league #misteriKongres

33) Pertanggal 11 April 2011, LPI pun diakomodasi dan menjadi bagian dari PSSI tak ada lagi sebutan kompetisi ilegal #misteriKongres

34)Keanehan baru muncul di surat FIFA tertanggal 21 April 2011 yang ditandatangani Jerome Valcke! #misteriKongres

35)Selain menegaskan tugas Komite Normalisasi, FIFA jg menambahkan pelarangan terhadap empat calon #misteriKongres

36)Rujukan pelarangan empat calon disebutkan berdasarkan surat Komite Banding, tertanggal 28 Februari 2011 #misteriKongres

37)Pdhl, Komite Banding tak pernah mengirim surat tertanggal 28 Feb. Yg mengirim PSSI via Nugraha tanpa menyebutkan pelarangan #misteriKongres

38)Keanehan surat FIFA inilah yang kemudian menjadi kontroversi! Apalagi pelarangan tanpa menyebutkan alasannya! #misteriKongres

39) Pertanyaan inilah yg sampai Kongres b pada 20 Mei 2011 tak mampu dijawab FIFA dan Agum Gumelar sbg Ketua Komite Normalisasi #misteriKongres

40) Apa dan siapa yang "bermain" kemudian menjadi pertanyaan yang dibawa sampai Kongres berlangsung #misteriKongres

41) Agum bersikukuh tolak empat calon. Komite Banding pimpinan Riyadh menemukan "kebohongan" di PSSI yg hendak diungkapkan! #misteriKongres

42)Kelompok 78 ingin mengungkap kebohongan tersebut agar publik tau siapa yang bermain di balik layar #misteriKongres

43) Kontroversi dan "pemanipulasian data" inilah yang menjadi penyebab Kongres mengalami kebuntuan! #misteriKongres

44) Kebuntuan berawal dr keinginan peserta yg meminta Agum mengizinkan Komite Banding bacakan putusan n ungkap "manipulasi data" #misteriKongres

45) Agum bkn tak tau masalahnya! Tp, klo data n fakta itu diungkap dirinya n Regenass akan kena krn dianggap menymbunyikan fakta #misteriKongres

46) Di sinilah skenario penghentian Kongres dibuat. Utamanya saat sidang diskors untuk istirahat! #misteriKongres

47)Kubu Status Quo bergerilya dgn memberikan uang 25 ribu dolar kepada peserta Kongres di toilet2 hotel sultan #misteriKongres

48)Tujuannya memenangkan voting agar Komite Banding tak membacakan putusan dan data fakta yang mereka miliki #misteriKongres

49) Di waktu rihat inilah banyak kejadian "aneh"! (ada saksi dan datanya) #misteriKongres

50) Kubu Status Quo yakin akan memenangkan voting lantaran mengaku
memiliki kekuatan 69 suara! Tp, syaratnya dgn voting tertutup #misteriKongres

51) Terjadilah percakapan antara Soemaryoto (anggota KN) n Iwan Budianto (status quo n calon Waketum dan Exco) yang tertangkap! #misteriKongres

52) Soemaryoto yakin voting akan dimenangkan status quo (kubu Nirwan). Tp, Iwan tak yakin krn 69 suara msh absud! #misteriKongres

53) Di tempat lain, Regenass terlibat pembicaraan serius dan menganalisa KongresPSSI #misteriKongres

54) Regenass terlibat pembicaraan dgnseorang calon Waketum! Ia sebut Kongres ini adalah perang Nirwan Vs Arifin. (ada rekaman) #misteriKongres

55) Nirwan tak rela PSSI jatuh ke kubu perubahan! Ia memang seolah sengaja mengalah dengan tak maju. Tp, sdh siapkan orangnya! #misteriKongres

56) Saat terlibat pembicaraan Regenass menghubungi Nirwan! Setelah itu ia menghentikan pembicaraan dg salah satu calon tersebut! #misteriKongres

57) Ragenass sempat sebut Nirwan dibalik semua ini! Dia (orang-orangnya) tak ingin melepas PSSI yang potensial tuk Pemilu 2014 #misteriKongres

58) Karena tak yakin akan memenangkan lewat voting "skenario"menghentikan Kongres pun dibuat! #misteriKongres

59) Lihat bagaimana penghentian kongres tersusun rapi! Agum ketuk palu, Regenass berdiri dan petugas keamanan sudah siaga! #misteriKongres

60) Pengeras suara dan AC mati seketika! Regenass diberitakan diungsikan pakai baracuda, padahal tidak! #misteriKongres

61) Dan, kubu status quo yg meninggalkan tempat sidang ada yg lupa mengemas berkas-berkasnya! Terungkaplah semua skenario mereka #misteriKongres

62) Dlm draft Kongres yg tertinggal sdh disusun rapi skenario yg akan dijalankan! Nama2 kandidat sudah dilingkari (ada bukti) #misteriKongres

63) Untuk posisi Ketua Umum nomor urut empat (4), Agusman Effendi, sudah dilingkari! #misteriKongres

64) Untuk posisi Wakil Ketua Umum, kontestan nomor lima (5), Erwin Aksa, juga dilingkari dengan pena warna hitam #misteriKongres

65) Komite Eksekutif nama yg dilingkari (1) Achsanul Kosasih, (8) Andi Rukman, (15) Dodi Alex Noerdin, (24) Hinca Panjaitan #misteriKongres

66) Komite Eksekutif lainnya adalah (29) Iwan Budianto, (31) Kadir Halid, (40) Diza Ali, (49) Zainudin Hamid, dan (50) Zulfadhli

67) Demikianlah #misteriKongres yang bisa saya ungkap berdasarkan data dan fakta yang saya miliki tuk membuka wawasan! #misteriKongres

68) Tujuannya bukan tuk mendukung salah satu kubu! Sekedar memberikan informasi bagaimana dan apa yang terjadi di KongresPSSI #misteriKongres

69) Percaya atau tidak terserah Anda! Yang pasti PSSI kita saat ini sedang berada dalam titik nadir yang harus diselamatkan! #misteriKongres

Read more...

Inilah Alasan kenapa studi banding DPR adalah pemborosan

Thursday, 28 April 2011


#dukungdjokosusilo
Ada ciri yang sama dari tujuan studi banding: negara maju sangat cocok untuk kegiatan "sampingan", yakni berwisata. Kolega saya yang menjabat kepala perwakilan RI di negara-negara kurang maju, seperti Ethiopia, Zimbabwe, Sudan, Senegal, dan Nigeria, jarang menerima kunjungan rombongan. Tujuan utama kunjungan biasanya tiga wilayah, yakni Eropa Barat, Asia Timur/ASEAN/Australia, dan Amerika Utara.

MESKI tahun lalu sempat dihujat dan dikritik habis-habisan, tahun ini Dewan Perwakilan Rakyat akan kembali melanjutkan kebiasaan kunjungan kerja ke luar negeri, yang dianggap banyak pihak sebagai pemborosan. Kebiasaan yang sama dilakukan pejabat pemerintah-baik pusat maupun daerah-yang mempunyai hobi jalan-jalan ke luar negeri.

Pada umumnya, kunjungan kerja para pejabat ke luar negeri mempunyai tiga tujuan. Pertama, menghadiri konferensi, semacam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN, OKI, IPU, dan AIPO. Kedua, melakukan negosiasi untuk sebuah perundingan. Ini banyak dilakukan oleh tim Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan lain-lain. Termasuk dalam kategori ini pengiriman misi perlindungan warga negara di luar negeri. Ketiga, kunjungan studi banding. Kelompok terakhir inilah yang menjadi masalah dan perlu mendapat perhatian serius. Sebab, kebanyakan studi banding sebenarnya merupakan acara tamasya yang dibiayai dinas.

Dalam setiap kunjungan kerja, sedikitnya tiga pihak terlibat, yakni instansi yang mengirim rombongan, Kedutaan Besar Republik Indonesia yang mengatur kegiatan selama di suatu negara, dan instansi negara penerima. DPR termasuk "pemasok" kegiatan kunjungan kerja yang cukup tinggi. Dalam setahun, seorang anggota Dewan rata-rata melakukan dua-tiga kali perjalanan dinas ke luar negeri, bahkan lebih, bergantung pada keterlibatannya di panitia khusus, komisi, atau badan-badan di Senayan.

Karena menjadi salah satu "pemasok" yang tinggi, wajar jika DPR menjadi sorotan, walau, sekali lagi, Dewan bukan satu-satunya lembaga yang mempunyai program kunjungan ke luar negeri. Tingginya program ke luar negeri dari banyak instansi di Indonesia bisa dilihat dari kesibukan perwakilan-perwakilan RI di luar negeri. Mereka terpaksa menempatkan staf lokal khusus mengurus tamu di bandara.

Kita bisa melihat betapa sibuknya Kedutaan RI di Bangkok, Kuala Lumpur, Singapura, Den Haag, dan banyak negara lain. Dalam setahun, rata-rata bisa menerima 4.000-5.000 delegasi resmi-yang dimaksudkan resmi ialah rombongan yang memberi tahu kedutaan dengan mengirim kawat. Jadi, dalam sehari kedutaan menerima rata-rata 10-15 rombongan resmi.

Kesulitan kedutaan bukan hanya menerima banyaknya anggota rombongan. Kadang-kadang ada dua rombongan dengan tujuan ke instansi sama tapi datang pada hari berbeda. Misalnya, pada pekan pertama datang rombongan Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Perbankan untuk bertemu dengan asosiasi perbankan di suatu negara. Pekan berikutnya datang Panitia Khusus RUU Keuangan ingin berdialog dengan asosiasi yang sama. Ini sangat merepotkan. Sebab, sulit sekali kedutaan menjelaskan kepada mitra kerja di negara itu bahwa dua rombongan itu dari panitia khusus yang berbeda.

Ada ciri yang sama dari tujuan studi banding: negara maju sangat cocok untuk kegiatan "sampingan", yakni berwisata. Kolega saya yang menjabat kepala perwakilan RI di negara-negara kurang maju, seperti Ethiopia, Zimbabwe, Sudan, Senegal, dan Nigeria, jarang menerima kunjungan rombongan. Tujuan utama kunjungan biasanya tiga wilayah, yakni Eropa Barat, Asia Timur/ASEAN/Australia, dan Amerika Utara.

Dalam banyak kesempatan, terkadang rombongan tanpa malu-malu mengatakan akan lebih banyak berwisata daripada melakukan kunjungan sesungguhnya. Tahun lalu saya nyaris menolak serombongan dari dewan perwakilan rakyat daerah sebuah provinsi di Sumatera. Sebab, dalam surat yang dikirim ke Kedutaan Besar RI di Bern, mereka hanya mengalokasikan waktu enam jam untuk kunjungan kerja selama enam hari.

Saya langsung memberi instruksi: tidak usah diurus rombongan Dewan yang hanya mau berwisata. Silakan jalan sesukanya di Swiss, tapi Kedutaan tidak akan menstempel formulir surat perintah perjalanan dinas-bukti pertanggungjawaban penggunaan dana untuk perjalanan itu.

Bahwa kebanyakan kunjungan kerja selama ini hanya jalan-jalan memang bukan cerita bohong. Umumnya satu instansi menyusun alokasi anggaran untuk tujuh hari. Nyatanya, waktu pertemuan resmi hanya dua hari-paling lama empat jam setiap harinya, dua jam pagi hari dan dua jam sore. Selebihnya "free time", yang sering disamarkan dengan "kegiatan pendalaman" untuk masing-masing anggota. Tidak jelas yang dimaksudkan dengan "pendalaman". Yang banyak terjadi, anggota rombongan jalan-jalan sepanjang hari. Masih lumayan kalau ada anggota minta diantar ke toko buku, karena sangat jarang mereka punya hobi baca buku.

Ada juga rombongan aneh dan tidak masuk akal. Misalnya, banyak rombongan ke Eropa masuk melalui Prancis. Tapi mereka melakukan kunjungan pada musim panas. Padahal, pada saat itu, mayoritas warga Eropa meninggalkan negaranya untuk liburan panjang. Akhirnya anggota Dewan yang terhormat hanya diterima pejabat sekretariat-bukan mitra kerja yang sesuai.

Sangat wajar jika sekarang banyak tuntutan agar DPR-juga instansi pemerintah-memperbaiki pelaksanaan kunjungan kerja. Bahkan, kalau perlu, studi banding dihentikan sama sekali. Mengapa? Karena perbandingan antara biaya dan hasilnya sangat tidak berimbang. Ambil contoh, untuk perjalanan ke Eropa, seorang anggota memerlukan sekitar US$ 10 ribu. Rata-rata rombongan terdiri atas 13 orang dan dua anggota staf sekretariat. Jadi, untuk satu tim kunjungan kerja, dibutuhkan biaya paling tidak US$ 150 ribu.

Dalam pertemuan dua jam dengan instansi tujuan, tidak semua anggota berkesempatan bertanya atau berdiskusi. Apalagi jika ada kendala bahasa, misalnya ke negara non-bahasa Inggris. Akan lebih efektif jika pemimpin lembaga di Indonesia-baik DPR, DPRD, Dewan Perwakilan Daerah, maupun instansi pemerintah-lebih memanfaatkan kedutaan. Misalnya kedutaan diminta mencari informasi yang diperlukan.

Terus terang saja, jika panitia khusus, komisi, DPRD, atau instansi lain bersedia memanfaatkan kedutaan, akan terjadi efisiensi yang luar biasa. Kualitas informasi yang diperoleh juga pasti lebih bagus. Dari pengalaman mengikuti kunjungan sewaktu masih menjadi anggota Dewan, dan kini mengatur kedatangan kunjungan, saya menyimpulkan, kebanyakan informasi yang diperlukan bisa diperoleh jawabannya lewat kedutaan. Jadi buat apa menghabiskan banyak uang untuk kunjungan yang kurang produktif?

Cara lain adalah mengundang pakar dari luar negeri ke Tanah Air. Banyak lembaga nonpemerintah atau mitra kerja luar negeri yang mau membiayai kedatangan pakar ini. Atau, kalau harus membiayai sendiri, masih jauh lebih murah daripada mengirim rombongan studi banding ke luar negeri. Perkiraan saya, US$ 10 ribu sudah cukup untuk mendatangkan pakar bidang apa pun ke Indonesia.

Tentunya pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat atau Dewan Perwakilan Daerah bisa lebih selektif dalam mengeluarkan izin perjalanan. Misalnya, izin diberikan jika semua rancangan acara sudah beres dan diperkirakan bisa benar-benar produktif. Selama ini pemimpin Dewan memberikan izin perjalanan kepada panitia khusus atau komisi. Baru kemudian sekretariat bergerak mengatur acara. Dengan demikian, kontrol atas program acara hampir tidak ada, atau sangat lemah.

Sebagai pemimpin Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, saya mewajibkan setiap kunjungan kerja ke Swiss memanfaatkan 70-80 persen waktu untuk acara resmi. Kurang dari alokasi itu, sebaiknya kunjungan ditunda atau dibatalkan. Masalahnya, mau tidak kita mengubah kebiasaan tamasya dengan alasan perjalanan dinas menjadi kunjungan kerja sebenarnya?

*Duta Besar RI di Swiss; tulisan ini merupakan pendapat pribadi.

dikopas dari sini

Read more...

Dukung Djokosusilo

Wednesday, 27 April 2011


#dukungDjokosusilo
Studi Banding DPR 90% tidak bermanfaat! Pernyataan keras dari Dubes Indonesia untuk Swiss ini langsung mendapat reaksi keras dari kalangan DPR ,yang merasa dilecehkan.

Suara DPR untuk mendesak Presiden SBY menarik Djoko Susilo dari kursi duta besar Swiss sudah bulat. Bila langkah itu tidak ditempuh, DPR menganggap pemerintah sama saja dengan melecehkan lembaga legislatif.

Desakan itu, menurut Ketua DPR Marzuki Ali, karena DPR merasa kritikan Djoko soal kunjungan kerja para wakil rakyat ke luar negeri sudah berada di luar kewenangannya sebagai seorang duta besar.

“Saya dukung, malah agak lebih ekstrim lagi ya. Menlu harus menegur keras dan menindak duta besarnya itu. Kalau tidak ditarik itu sama saja dengan pelecehan terhadap DPR. Ingat lho DPR itu lembaga negara yang sejajar dengan presiden,” tegas Marzuki menjawab matanews.com, Selasa 26 April 2011.

Marzuki menilai, tugas seorang duta besar adalah sebagai wakil negara untuk di luar negeri, bukannya malah mengurusi para representatif rakyat dalam negeri. Meskipun Djoko pernah menjadi anggota DPR, sambung politisi Partai Demokrat itu, bukan berarti dia berhak mengeritisi DPR periode sekarang.

“Memang dia juga sudah pernah di DPR, tapi kan kondisinya sudah lain antara DPR masa dia dengan yang sekarang. Tugas-tugasnya pun berbeda,” terang Marzuki.

Menurutnya, tak selalu kunjungan ke luar negeri itu buruk. Marzuki menerangkan bahwa terkadang ada beberapa tugas yang dilakukan demi memenuhi panggilan dari negara yang mengundang para wakil rakyat dan ada pula undangan yang tak bisa ditolak.

Misalnya kunjungannya ke China, baru-baru ini, dalam rangka memenuhi undangan dari perdana menteri dan ketua parlemen negara tirai bambu tersebut. Namun, pada saat yang hampir bersamaan itu pula, Marzuki mendengar kritikan Djoko soal kunker DPR ke luar negeri. Karenanya sebagai Ketua DPR, dia merasa tersinggung.

“Nggak enak juga saya mendengarnya waktu sedang berada di China. Itu pun sebetulnya bukan urusan dia. Pak Djoko tidak tepat posisinya mengeritik kita, dia kan di pemerintahan jauh di bawah levelnya dan nggak tahu persis kerja DPR apa saja,” tutupnya.

Sebelumnya Djoko mengeritisi kunker DPR ke luar negeri karena dianggapnya sering tidak tepat waktu dan sasaran yang ingin dicapai tidak jelas.

“Misalnya berkunjung ke negara-negara di Eropa pada musim panas. Padahal, pada waktu itu anggota Dewan di Eropa sedang masa reses dan tidak ada di tempat,” ujar Djoko.

Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Ketua DPR bidang Politik dan Keamanan Priyo Budi Santoso meminta agar SBY segera menarik Djoko dari Kedutaan Besar RI di Swiss. Alasannya karena mantan anggota dewan dari Fraksi PAN itu dianggap tak layak mengeritik DPR.

“Kalau yang mengeritik masyarakat atau LSM, itu bisa diterima,” imbuh Priyo.

Lho bukannya selama ini banyak LSM dan anggota masyarakat yang mengkritisi kunjungan keluar negri dalam rangka studi banding? Dan tak pernah ada suara yang menolak kalau memang DPR mendapat undangan dari negara lain .Politisi memang pintar membolak balik fakta .
Untuk itu mari #dukungDjokoSusilo agar para dubes lain mengikuti jejak beliau

Read more...

Curi start kampanye atau cari perhatian ?

Thursday, 21 April 2011



Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meminta maaf soal kesalahan penanggalan hari ulang tahun Kartini. Kesalahan ini terihat dari penelusuran Tempo di sejumlah kawasan di Jakarta.

Spanduk ucapan Hari Kartini dengan latar logo PDIP mencantumkan Hari Kartini tanggal 20 April 2011, padahal berdasarkan keputusan dan kalender resmi pemerintah, Hari Kartini jatuh pada tanggal 21 April, dan diperingati tiap tahun.

“Saya mohon maaf atas kekhilafan itu, " kata DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait, Kamis (21/4).

Dalam penjelasannya, dia mengakui bila kesalahan itu murni karena kekhilafan semata, tanpa ada maksud apapun. Ia mengira perayaan hari ulang tahun Kartini jatuh pada tanggal 20 April. “Tujuan kita itu bagus kok, percayalah, ” katanya memelas.

Meskipun spanduk salah tersebut sudah disebar, namun tidak ada rencana manariknya. Dia meminta kepada jajaranya untuk memperbaikinya. “Kalau salah kita sportif saja minta maaf,” kata putra sesepuh partai banteng moncong putih, Sabam Sirait. "Kami akan berhati-hati di kemudian hari."Tempointeraktif

Read more...

Vicky Vette ,bintang porno asal Norwegia si pengirim email kepada Arifinto?

Sunday, 10 April 2011


Bintang film porno asal Norwegia ,disebut-sebut sebagai pengirim email kepada Arifinto ,Anggota DPR yang tertangkap kamera sedang nonton film bokep.

TEMPO Interaktif, Jakarta - Dalam akun twitternya, @vickyvette, bintang film panas asal Norwegia, Vicky Vette mengaku dialah pengirim surat elektronik berisi video panas ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Arifinto.
Berita terkait

"I am super happy that Mr Arifinto got my email ... I sent him my best pictures :)," tulis Vette, 46 tahun. Perempuan dengan ukuran payudara 36DD ini menulis komentarnya sekitar tiga jam lalu.Dia tidak menunjukkan bukti bahwa memang dialah pengirim email berisi adegan hot itu, tidak juga memberitahu benarkah dia tahu email Arifinto. Vicky memang gemar mengomentari isu-isu panas di Indonesia yang sedang menjadi pembicaraan di Twitter.

Sebelum berkarir sebagai pengumbar syahwat, Vette mengaku bekerja sebagai akuntan. Sebagai bintang model dan bintang film pemuas syahwat, Vette sudah dua kali mendapatkan penghargaan, yakni AVN Award (2005), dan Booble Girl of the Year (2008).

Arifinto, tertangkap kamera juru foto Media Indonesia, Muhammad Irfan, tengah menonton video porno saat mengikuti rapat paripurna Jumat lalu. Arifinto yang berasal dari daerah pemilihan Jawa Barat II terlihat tengah asyik membuka video porno dari komputer I Pad miliknya saat Ketua DPR Marzuki Alie menyampaikan penutupan masa sidang ketiga tahun 2010-2011.

Menurut Irfan, ia tertarik saat Arifinto membuka I Pad-nya. "Saya zoom, koq ada gambar seperti itu," ujarnya. Ia mengaku sempat melihat anggota dewan komisi 5 ini memilih-milih beberapa video itu. "Terus dia buka salah satunya," cerita Irfan. Menurut Irfan, Ari pun sempat melihat video itu selama sekitar satu menit. "Habis itu ditutup," ujarnya.

Arifinto berdalih membuka komputer tablet miliknya karena ada surat elektronik masuk. "Ada link, saya penasaran, ketika dibuka, gambarnya begituan dan saya hapus," ujarnya.

Kalau membuka link dari email, akan membuka tampilan website, bukan tampilan folder seperti yang terlihat di foto si fotografer.
Jadi memang bener kata si fotografer, bahwa Arifinto memang membuka folder, yang tentunya sudah tersimpan di gadget tsb. Bukan membuka link website
Kalau anda pakai Samsung Galaxy Tab dari halaman depan, klik Applications, lalu masuk menu Video



Anda bisa lihat tampilannya sama persis dengan tampilan di foto tsb.

Video2 yang tersimpan di menu tersebut adalah video yang sudah ada dalam gadgetnya, bukan berupa online thumbnail seperti tampilan di kebanyakan website2 porn/tube

-

Read more...

Chaiyya-chaiyya ternyata juga soundtrack film Inside Man

Friday, 8 April 2011

#Chaiyya-chaiyya yang dipopulerkan Briptu Norman Kamaru ternyata juga soundtrack film Inside Man.
Ada kisah unik dan pesan di balik lagu tersebut yang berkaitan dengan isu kekinian di tanah air.

Mungkin Norman sendiri dia belum menyadari sejarah lagu kesukaannya tersebut. Lagu tersebut dipakai sebagai soundtrack film "Inside Man" yang dirilis akhir tahun 2006 lalu. Film ini dibintangi oleh Denzel Washington, Clive Owen, Jodie Foster dan Willem Defoe, yang di sutradaranya oleh Spike Lee.


alur cerita film ini adalah tentang perampokan bank dan penyanderaan. Yang ujungnya adalah mengungkap kejahatan masa lalu seorang bankir top New York, yaitu kejahatannya jaman Nazi yang membantai Yahudi. Bankir ini mengkhianati teman Yahudinya ke Nazi dan menyimpan berlian Cartier milik temannya tersebut.

Clive Owen yang berperan sebagai perampok bank yang membongkar bukti ini dan memberi pesan ke Denzel (sebagai detektif polisi) "Follow the ring".

Read more...

  © Blogger template Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP