Thursday, 28 August 2008

Kebenaran Sejati ( Tidak ) Ada Diluar Sana

K e b e n a r an !!!!!!!

Kata kata ini kadang menimbulkan peretengkaran ,perselisihan,bahkan bisa lebih luas lagi…menimbulkan peperangan.Karena masing-masing puhak merasa dirinya paling benar,masing-masing mempertahankan kenyakinannya yang paling benar.

Benarkah Demikian ?

Dalam semua agama apapun ,kebenaran sejati hanyalah milik Tuhan Sang pencipta alam semesta ini dan itu bisa kita baca dalam semua kitab suci agama manapun .

Dari sudut pandang manusia kebenaran memang mempunyai banyak sisi tergantung dari mana kita melihatnya.itulah yang menyebabkab dunia ini menjadi semakin kacau karena kita masing-masing merasa diri paling benar atas semua tindakan yang kita lakukan.

Bahkan kadang yang kita tahu salahpun kita masih sempst-sempstnya mencari Pembenaran.Ya.Pembenaran.Pembenaran inilah yang selama ini banyak kita yakini sebagai kebenaran.

Pembenaran dan kebenaran adalah dua kata yang berasal dari kata dasar yang sama yaitu benar,tetapi memilki makna yang lain bila kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Saya teringat salah satu cerita tentang seekor kera dan ikan.Kisahnya kira kira begini…..

Ada seekor kera yang berjalan jalan dipinggiran sebuah sungai karena haus ia berhenti ditepian sungai itu dan mencoba minum seteguk air.Tiba-tiba ia melihat seekor ikan yang berada dalam sungai itu.Dikiranya iakan itu tenggelam ( karena si kera menyangka bahwa semua makhluk hidup itu berada diatas daratan sama seperti dirinya ) maka si kera tadi membantu ikan yang ia sangka sedang “tenggelam “dan menaruhnya diatas daratan.Tak beberapa lama ikan itu akhirnya mati.

Salahkah si kera itu ?…….Tidak.! Ia benar dalam konteks menolong dan menurut dirinyasendiri karena selam ini si kera tadi menganggap bahwa semua mahluk hidupnya diatas daratan.Maka ketika si kera melihat mahluk lain yang tidak hidup didarat tetapi diair ia menyangka bahwa mahluk itu tenggelam,dan ia menolongnya ,meletakannya di tepian sungai.

Contoh tadi sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.Bahwa karena ketidak tahuan kita ,kita menyangka bahwa semua yang kiota lakukan adalah benar.Seorang penjahat atau pembunuhpun kadang-kadang merasa dirinya sudah benar.Ia mengambil harta yang bukan haknya ,mengambil nyawa(yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh Tuhan),dan merasa dirinya tidak bersalah.Kadang dengan alasan harus menghidupi keluarga dan anak istrinya.atau dengan alasan untuk membela diri.

Suatu kejadian …sebuah bis kota yang melaju sangat kencang,tiba -tiba harus mengerem mendadak,karena sisopir melihat ada seorang penumpang yang akan turun.Sehingga mobil lain dibelakangnya tidak bisa menghindar dan tabrakanpun terjadi.Siapa yang salah ?Siapa yang benar ?

Apakah sopir bus kota yang salah karena mengemudi terlalu kencang ?padahal dia dituntut untuk memenuhi setoran bis tiap harinya .atau pengemudi mobil yang dibelakangnya ? yang tidak bisa menghindari dan mengerem mobilnya ?

Kebenaran sejati akan kita peroleh kalau kita mau instropeksi diri,melihat lagi hati nurani kita yang paling dalam!

kata-kata bijak :

“Semasa hidup ,matilah bagi dirimu sendiri,mati sama sekali,lalu bertindaklah sekehendakmu,maka kita akan bertindak benar .”


2 comments:

Jenny Jusuf said...

Kutipan yang menarik. Thanks for sharing :-)

Pasifik said...

Halo Advent,

Sangat menarik apa yang kamu tulis di artikel ini. Memberi semacam pencerahan....

Salam,

HONDA MOTORCYCLE

Share/Save/Bookmark