Thursday, 24 February 2011

Nurdin Halid sakti sejak dulu


Dlm BAP polisi, Nurdin mengancam Syafinuddin seperti ini: "Manakala saya tahu bahwa kamu ikut mendemo saya maka kamu tidak akan selamat. Kamu harus ingat bahwa massa saya malam ini sudah keliling, sudah jaga-jaga. Intinya mereka sudah operasi, tidak bisa menjamin keselamatanmu. Kalau kamu ikut demonstrasi, kamu tidak akan keluar dari sini." demikin pengakuan Syafinudin.


Nama: Andi Muhammad Nurdin Halid.
Ttgl: Bone, Sulawesi Selatan, 17 November 1958.
Agama: Islam.
Jabatan: Ketum PSSI.
Istri: Hj. Andi Nurbani Halim.
Anak: ada 7 org

Nurdin punya 3 rumah mewah loh. Rumah pertama di Jl. Bau Mangga No.32, Makassar Rmh ke2 di Jl. Poltangan PR Tanjung Barat Persada Kav. 16, Jaksel. Rmh ke3 di Rafles Hills Blok B-2 No.10-11 Harjomukti Cibubur, Jabar

Sekolah: SD Negeri Apala (1970), SMEP Negeri Watampone (1973), SMEA Negeri Watampone (1976). Nah Nurdin ini dl cita2nya mau jd guru loh. Mulia khan? Dia msk Jurusan Ekonomi Perusahaan IKIP Makassar (1982). Kursus: Pelatihan Manajer PPK Selindo, Pelatihan Penyuluhan Penggerak Koperasi, Angkatan IX Lemhannas (2001), LIA Cibubur

Job: Dirut PT Goro Yudhistira Utama, Penyuluh Penggerak Koperasi, Sulsel, Wadiru Pusat Koperasi Unit Desa Hasanuddin, Sulsel (1990). Direktur Utama Puskud Hasanuddin, Sulawesi Selatan (1992-1998), anggota DPR dr Golkar 1999-2004 Anggota Komisi V & XI (1999 - 2001).

Setelah lulus kuliah dia aktif di Bakornas Pemuda Golkar, Ketua Masyarakat Persuteraan Indonesia

Manajer PPK Kabupaten Gowa (1983-1985), Pengurus KNPI Tingkat I Sulsel (1983-1985), Pengurus AMPI Tingkat I Sulsel (1985-1989) Pengurus Perbadi Sulawesi (1985-1988), Manajer PPK Kabupaten Sindrap (1985-1987). Ketua AMPI, Sulsel (1994-1999), Ketua DPD KNPI, Sulawesi Selatan (1994-1997), Pengurus Kadinda, Sulawesi Selatan (1994-1998). Nurdin Halid jg hobby main volley loh sbg pengurus PBVSI (1994-1999), Ketua DPD I AMPI Sulsel (1994-1999), Pengurus REI Sulsel (1995-1998)

Pengelola/Manajer PSM, Ujung Pandang (1995-1996), Anggota Majelis Pemuda Indonesia (1995-1999), Manajer PSM Ujungpadang (1995-1996). Komisaris PSSI Sulawesi Selatan (1995-1999), Pengurus DPP Pemuda Panca Marga (1996-2000), Ketua Pengda PSSI Sulawesi Selatan (1996-1998) Komisaris Daerah PSSI Sulsel (1996-2006), Ketua Bidang Pembinaan PSSI Pusat (1997-2002), Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa 1998-2003, Ketum Koperasi Distribusi Indonesia (KDI) (1998), Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel (1999), Ketua Bidang Pembinaan PSSI Pusat (1999-2000) Pengurus SOKSI (1999), Ketua Umum Dekopin (1999-2004), Wakil Ketua AMPG (2000), Sekretaris Dewan Penasihat AMPI (2003-2008)

Kasus korupsi pertama Nurdin Halid: Korupsi dana simpanan wajib khusus petani cengkeh (SWKP), senilai Rp 115,7 milyar. Divonis bebas 1999. Kasus kedua: Penyalahgunaan dana distribusi minyak goreng Koperasi Distribusi Indonesia (KDI) Rp 169 milyar (2002). Status: gak jelas, Kasus ketiga: Penyelundupan 60.000 ton beras asal Vietnam yg rugikan negara Rp 28 milyar. (2004) Status: Vonis 2 thn 6 bln. Dapat remisi

Mid 1998, Nurdin dipilih Ketua PSSI Azwar Anas sebagai manager tim PSSI karena waktu itu krisis ekonomi & PSSI gak punya duit utk ikut piala Tiger. Diduga lewat duit korupsinya, Nurdin membiayai semua keperluan Timnas, dari gaji, bonus, hiburan, dll

Pd thn yg sama Nurdin diperiksa oleh Kejati Sulsel atas dugaan korupsi dana cengkeh. 12 jaksa yg mriksa Nurdin berantem sendiri. Ada dugaan 6 dr 12 Jaksa yg memeriksa Nurdin telah trima suap & minta kepada Jaksa Agung utk hentikan kasus Nurdin. Jaksa yang tdk kecipratan marah. 6 Jaksa tersebut diperiksa di Jakarta. Waktu itu Jaksa Agungnya Andi Ghalib, orang Sulsel jg. Hasil pemeriksaan gak jelas. Nurdin divonis bebas 1999

Kajati Sulsel Gagoek Soebagyanto yg mau nyeret Nurdin Halid ke penjara akhirnya dicopot oleh Andi Ghalib. Gile thn 1998 Nurdin udh sakti loh. Sept 1998, Gagoek ngomong ke media kalau dia di terror org tak dikenal sejak nyidik kasus Nurdin. Dia jg bilang kalau orangnya Nurdin coba suap Rp 1M. Gak lama setelah ngomong di media, Gagoek mengajukan pensiun dini & cabut dari Sulsel dengan alasan gak kuat hadepin terror terhadap dia & keluarga.

Nurdin bantah tuduhan Gagoek. Karena sakti & tajir Nurdin dituntut bebas olh jaksa Maret 1999, shg pengadilan tidak bisa diteruskan. Nilai korupsi Nurdin waktu itu (thn 1998) Rp 120 milyar, saat ini mungkin nilainya setara dgn Rp 1 triliun dgn nilai uang sekarang. Duit ini nih yg dipake utk biayain kirim Timnas PSSI ke Piala Tiger (skrg AFF) & Asian games. Dan jg utk gaji pemain & biayain hidup mrk.

Ketika Nurdin diputus bebas di pengadilan, terjadi demo mahasiswa besar2an. 1 org mahasiswa Unhas ditembak pahanya olh polisi. Akhir Maret 1999, 2 hr sebelum Nurdin divonis bebas, ketua HMI cabang Ujung Pandang Syafinuddin Al Mandary diculik olh mertua Nurdin. Dlm laporannya kepada polisi, Syafinuddin bilang kalau dia dibawa paksa ke rumah Nurdin & diancam disana untuk tidak lagi galang demonstrasi.

Dlm BAP polisi, Nurdin mengancam Syafinuddin seperti ini: "Manakala saya tahu bahwa kamu ikut mendemo saya maka kamu tidak akan selamat. Kamu harus ingat bahwa massa saya malam ini sudah keliling, sudah jaga-jaga. Intinya mereka sudah operasi, tidak bisa menjamin keselamatanmu. Kalau kamu ikut demonstrasi, kamu tidak akan keluar dari sini." demikin pengakuan Syafinudin. Nurdin bantah. Kasus ini gak jelas ujungnya.

Maret 28, 1999. HMI melaporkan Nurdin ke Komnas HAM atas dugaan penculikan tsb. Keesokan harinya, mertua Nurdin, Andi Halim Hasan membantah. Mertua Nurdin mengatakan kl dugaan penculikan itu didramatisir, namun dia mengaku jemput Syafinudin utk dibawa jalan2 krn msh ada hub family. Menurut mertua Nurdin, pemanggilan Syafinudin itu urusan keluarga, bkn penculikn. Istri Syafinuddin adalah sepupu dari istri Nurdin Halid. Majalah Gamma edisi 11 april 99 jadikn kasus tsb sbg laporan utama: "Aksi Mertua untuk Menantu" * Nurdin Halid dituduh menculik aktivis.

Kembali ke kasus korupsi koperasi cengkeh Nurdin yg Rp 120m itu. Knp Nurdin dibebaskan olh Jaksa? Media menyorotin dugaan suap rmh. Jaksa agung waktu itu Andi Ghalib, yg jg dr Sulsel, didugan menerima rmh mewah di kawasan elite Jalan Hertasning Nomor 9 Ujungpandang. Rmh itu diberi olh Nurdin melalui PT Panrita Bola, konstruksi & real estat company miliknya. Mantunya Ghablib bantah. Dia blg itu rmhnya. Mantu Ghalib mengatakan itu rmh pribadinya yg dibeli olh ortunya bkn dr Nurdin. Ghalib mensomasi bbp media massa. Tp gak jelas jg ujungnya.

Stlh kasus korupsi koperasi cengkeh yg hebob thn 98/99 itu, Nurdin jg jd tersangka loh utk kasus lain. Kasus PENCURIAN SPANDUK. Kejadiannya awal Maret 99, mahasiswa UMI Ujungpandang laporkan Nurdin ke polisi krn spanduk sepanjang 30 meter hilang di halaman kampus mrk. Isi spanduk tsb antara lain "Nurdin Pengisap Darah Rakyat" beserta kartun lucu2an wajah Nurdin. Malam2 ada ninja yg curi spanduk tsb. Kepala Kepolisian Kota Besar Ujungpandang Kol Jusuf Manggabarani (saat ini Wakapolri) tlh jadikan Nurdin tersangka tp sulit diperiksa, Kesulitan tsb, menurut Jusuf, krn Presiden Habibie blm mengeluarkan izin utk bisa memeriksa Nurdin krn dia anggota DPR waktu itu. Izin dr Habibie utk periksa Nurdin tdk pernah keluar & smpi skrg kasus pencurian spanduk tsb gak jelas. Wakapolri msh mau lanjutin gak ya?

Kisah Nurdin episode 98/99 udh banyak banget yaaa. Blm yg episode 2000-2005/2005-2011. Ni org dr jaman dl emang udh setan sakti.

Kiprah Nurdin Halid periode 2000-2005. Kt mulai dr kiprahnya waktu jd penguasa PSM Makassar. Awal 2000, Nurdin ribut ama Benny Dollo yg waktu itu pelatih Persma. Benny bilang PSM kl main dikandang suap wasit, makanya menang mulu. Pas Benny Dollo mau kasih bukti Nurdin suap wasit supaya PSM menang, Nirwan Bakrie turun tangan utk selamatkan Nurdin dr serangan Benny. Krn desakan Nirwan, Benny tidak jadi buka2an borok Nurdin. Sampai skrg jg gak jelas itu kasusnya.

April, 2000. 2 pemain PSM Makassar Kurniawan Dwi Julianto, bintang Timnas saat itu, pesta sabu di Surabaya bersama bbp pemain. Kurniawan pesta sabu dgn rekan 1 timnya Kuncoro & pemain Persebaya Mursyid Effendy di Hotel Weta, Surabaya. Atas desakan Nirwan Bakrie, Nurdin menutupi keterlibatan Kurniawan. Kurniawan adalah produk Primavera di Italy yg disponsori Bakrie.

Atas desakan Nurdin & Nirwan, kasus pesta sabu itu tadinya ditutup-tutupi oleh ketua PSSI saat itu Agum Gumelar. Nurdin, Nirwan & Agum mengancam pemain supaya kasus tsb tidak bocor lbh luas ke pers utk melindungi Kurniawan. Tp akhirnya Kuncoro bocor. Pelatih Persebaya waktu itu Rusdi Bahalwan meminta Nurdin & Kurniawan sumpah pocong krn diduga bohong untuk menutupi kasus pesta sabu tsb.

Adik kandung Nurdin Halid, Andi Kadir Halid (pengurus PSM jg), ikut lindungi Kurniawan yg akhirnya diputus tdk melanggar disiplin oleh Agum. Atas desakan Nurdin & Bakrie, Agum Gumelar mengambil alih langsung kasus Kurniawan dr Komisi Disiplin PSSI. Hasilnya: Tidak jelas.

PSM juara Liga Bank Mandiri 2000. Nurdin keluarin duit Rp 5 M waktu itu. Nilai saat ini kira2 Rp 20 M lah. Duit korupsi? Juni, 2002, Nurdin Halid akhirnya diperiksa 10 jam oleh Kejaksaan Agung yg waktu itu dipimpin Baharudin Lopa, org Sulsel. Jaksa penyidik Lukman Bachmid sempat menampar Nurdin Halid dlm pemeriksaan krn belagu maen ancam2 merasa anggota DPR nan Setelah ditampar, Nurdin baru diem dan gak belagu lg. Kajagung Lopa mmg hebat, dia sdh minta anak buahnya kl Nurdin belagu gampar saja.




dikopas dari sini

1 comment:

articles said...

Artikelmu bagus juga,
silahkan berkunjung di blog saya @
Get A New Articles
makasih...

Share/Save/Bookmark