Wednesday, 4 August 2010

Redenominasi :Penyederhanaan NOL?


"Bayangkan mata uang kita, satu dolar itu Rp 10 ribu bahkan sempat Rp 11 ribu. Itu merendahkan martabat bangsa. Sangat terasa ketika kita pergi keluar negeri, mata uang kita sangat tidak berharga," kata Wakil Ketua MPR, di Gedung DPR, Rabu (4/8/2010).
Menurut dia, secara perspektif politik, penyederhanaan nominal mata uang perlu dilakukan. Sebab akan mempengaruhi rasa percaya diri bangsa.Benarkah cuma karena rasa percaya diri bangsa ? Atau ada sebab lain?
Kekhawatiran masyrakat cukup beralasan karena tiba-tiba saja wacana mengenai pemotongan tiga digit nilai mata uang yang ada sekarang ,membuat masyarakat kembali teringat pada kejadian sanering beberapa puluh tahun silam ,tepatnya tahun 1965 kembali terjadi. Menurut Pjs Gubernur Bank Indonesia ,Redenominasi ini berbeda dengan sanering yang merupakan pemotongan nominal mata uang yang disertai pula dengan penurunan nilainya. Sanering ini umumnya terjadi pada negara yang perekonomiannya tidak sehat dengan ancaman hiperinflasi, sementara redenominasi justru dilakukan negara dengan perekonomian yang sehat.

Nah kalau uang 1000000 jadi seribu,terus 500 perak jadi berapa?Bingung juga kalau mikirin pisang goreng seharga 500 perak atau bayar parkir 2000 rupiah.Memang bagi masyarakat the have ,keadaan ini menguntungkan,karena bepergian kemana -mana tidak perlu bawa uang sekoper,tetapi bagi sebagian masyarakat Indonesia yang kebanyakan masih hidup kekurangan ,atau kegiatan ekonomi mereka yang harus dilakukan dengan uang kecil,akan mengalami kesulitan.

Memang peraturan ini masih dalam penggodookan Bank Indonesia,dan katanya lagi ,bila jadi diterapkan nantinya,akan ada dua mata uang rupiah.Rupiah lama dan rupiah baru.Halah apa nggak jadi malah ngerepotin ...

Semoga saja kalau peraturan ini nantinya jadi diterapkan,tidak ditiru oleh para koruptor.Lho kok bisa ? Lha iyalah ,kalau nanti para koruptor ini minta redenominasi hukuman gimana ?Yang terkena 10 tahun penjara jadi hanya 1 tahun saja ...Terus korupsi 1 milyar ya bilangnya hanya 1 juta ...namanya juga redenominasi

2 comments:

Dangsulaeman said...

asal kebijakannya jangan kayak pak karno aja, banyak ditentang oleh banyak pihak
Bolehngeblog

didy margi said...

Senengane ko ya merekayasa aja negara kita ini....
kalo bikin rumus yang masuk akal masa 1000000 = 1000 huueeek .. rumus apaan tuh. Sekarang saatnya bikin rakyat indonesia maju .. bukan bikin mumet. Salam buat Pak Advent..

Share/Save/Bookmark