Saturday, 20 February 2010

Sisi lain dari Gus Dur

Nama asli Gus Dur sebenarnya bukan Abdurrahman Wahid tetapi Abdurahman Addakhil.Addakhil diambil dari nama seorang pejuang Islam di zaman Bani Umaiyah yang berhasil menaklukan Spanyol dalam rangka mengembangkan agama Islam.
Secara harafiah,Addakhil berarti Sang Penakluk.Namun rupanya kata ini tidak cukup dikenal dan terhitung 'berat' untuk digunakan.Sehingga kemudian Gus Dur menggantinya dengan Wahid,mengambil nama depan sang ayah yang merupakan mantan Mentri Agama Indonesìa yang pertama,KH Wahid Hasyim.

Gus Dur sendiri secara terbuka menyatakan bahwa ia masih memiliki darah Tionghoa dan merupakan keturunan Tan Kim Han .Tan Kim Han menikah dengan Tan A Lok yang adalah saudara kandung Raden Patah,pendiri kesultanan Demak yang aslinya bernama Tan Eng Hwa.Tan A Lok dan Tan Eng Hwa merupakan anak dari Putri Campa,seorang putri Tiongkok yang menjadi selir Raden Brawijaya V.Tan Kim Han sendiri ,berdasar penelitian yang dilakukan oleh Louis-Charles Mamais,peneliti Prancis,diidentifikasi sebagai Syekh Abdul Qodir Al-Sini,yang makamnya ditemukan di Trowulan,Jawa Tìmur.

Gus Dur sendiri sebenarnya lahir tanggal 7 September 1940,bukan 4 Agustus 1940 seperti yang sering terungkap di media masa.


Tulisan ini diambil dari buku Pemikiran dan Sikap Politik Gus Dur,yang ditulis oleh Dr.Ali Masykur Musa.Beliau adalah 'anak ideologis' Gus Dur,tokoh muda NU yang saat ini menjabat sebagai Anggota Badan Pemeriksa Keuangan( BPK)

No comments:

Share/Save/Bookmark